Senin, 13 Februari 2012

Inginku

aku yang terbuai karna anganku,
terhempas jauh dari realita,
aku yang terambisi karna inginku,
terkubur oleh ego individual

aku yang haus akan rasa itu,
terobsesi oleh sosok sang malaikat,
aku yang tergila-gila akan cintamu,
membiarkan pesonamu mengikat pikiranku erat,

aku mencari celah tuk berlari jauh,
mengejar realita dan cakrawala

Jumat, 10 Februari 2012

A gift from God

I got a special gift from God
I should thankful to God
I should be happy for that
and I should take care of that

That's what I should do
But, it's not easy to do
I'm sure that God send the gift to the wrong address
Coz, I couldn't feel the happiness

Oh, God!
It makes me confused
Is this a mystery that I should guess?
Or is this only ur jokes?

God, I couldn't save the gift in my heart
It's hard to received that
May I send back it to You?
Coz, I couldn't receive a gift from You

Selasa, 31 Januari 2012

Yellow, that's you
shine and bright
Erase my blue
Stay here tonight
Stay close to me, like glue

Sweet Candy

The candy seems sweet than yesterday
I wanna lick it
I wanna feel the sweetest part he has
Eummm, I can't imagine
How sweet he is
If I can take the candy
Feeling the sweetest part he has
For a whole of my life

(10 January 2012)

Even Though

Even though the hurricane destroyed this land
Even though the earthquake shake this earth
I still stand here,
beside you,
Whispering closer on your ear
" I will keep holding your hand,
Please stay close, don't go...
Like the title of Secondhand Serenade song,
Please stay close, don't go...
"
Hug me tight and tight, please
Even though the disaster hit us, please keep hold me, tight
and we will always together until the end of hurricane attack
when the world ended, in the end of our life

(10 January 2012)

Seperti Ini

Seperti ini rasanya kehilangan
Seperti ini rasanya ditinggalkan
Tetes air mata tak kunjung henti
Mengalir dan jatuh menetes melewati batas pipi

Jatuh seperti aku yang sedang jatuh terpuruk
Terlalu sulit tuk lupakanmu
Terlalu indah tuk mengubur semua tentangmu

Susah payah aku mendapatkan sosok sepertimu
Susah payah dalam suka dan duka kupertahankan tali kasih hati kita

Malamku selalu bersama tangis sejak kita tak bersama
Apakah itu juga terjadi pada malammu juga?
Atau memang aku yang terlalu berlebihan menanggapinnya?

Aku tak mau munafik untuk mengakui
Aku tak mau munafik untuk berkata
bahwa aku masih berharap tuk merangkai tali kasih ini bersamamu

(6 January 2012)

Senin, 14 November 2011

ANDAI………

Langkahku akan sempurna jika ia mengarahkan pijakan kakiku. Kemana aku akan pergi, inginku selalu ada cahaya darinya agar langkahku selalu berada dalam cahaya terang benderang yang benar – benar tahu kemana tujuanku. Memilikinya merupakan sebuah anugerah dan harapan. Sangat besar harapan yang kutanamkan pada dirinya. Hingga segala waktu dan kepentingan lain kuanggap bagai angin yang bertiup, hanya untuk dia seorang. Aku slalu mengagungkannya, hanya untuk sebuah harapan yang kunanti dari dirinya. Sebuah komitmen mengikat dua insan menjalani hidup, kepribadian, dan prinsip yang berbeda. Berharap perbedaan itu akan lebur menjadi sebuah keserasian, keselarasan dan keseimbangan. Komitmen ini bukan sekedar hitam di atas putih dengan persetujuan dua pihak. Komitmen ini bukan sekedar janji para remaja yang hendak menghabiskan waktu bersama. Dan komitmen ini bukan hanya sebuah kata ‘komitmen’. Komitmen ini lebih dari sgalanya, sebuah namun berarti berbuah-buah. Aku berkomitmen untuk memilihnya, untuk menjalin hubungan dengannya, dan untuk menghabiskan hampir seluruh waktuku dengannya. Hampir dua tahun aku bersamanya, mencoba masuk dan menyatu dalam nadinya. Aku mencoba mengabaikan perbedaan yang ada diantara kami berdua. Aku mencoba untuk selalu mengerti dan menerima kekurangannya. Menganggap bahwa semua itu tak pernah ada, tak pernah menyelimuti hubungan kami, dan menganggap bahwa kami baik – baik saja. Entah aku yang terlalu bodoh, atau memang ini yang dinamakan pengorbanan dalam sebuah hubungan? Kami berasal dari latar dan prinsip hidup yang berbeda dan sangat berbeda lebih dari bumi dan langit ataupun air dengan minyak. Aku selalu tak peduli dengan semua celotehan sekitar, yang kuinginkan hanyalah dia, sebuah cahaya jalanku. Waktu ini terus berjalan, hari-hari pun terus berlalu. Entah apa yang membuatku sadar akan kebodohan dalam komitmen itu. Salahku kah? Atau kesalahannya? Atau kesalahan sebuah komitmen? Semakin hari aku ingin lepas dari komitmen itu. Ingin bebas lepas seperti burung merpati yang mencari kebebasannya di udara. Merasakan sejuknya angin yang bertiup menghembus sayap merpati bebas itu.
Aku sadar aku berbeda dengannya, aku sadar dia tak pantas hidup dalam jiwaku. Sebuah komitmen seharusnya menghasilkan timbal balik, bukan sekedar menerima dari salah satu pihak. Dan aku tak merasakan sebuah timbal balik itu. Aku tak bisa merasakannya seperti komitmen teman-temanku. Mereka seakan selalu berada dalam titik kesenangan bersama pujaan-pujaan hatinya. Aku iri terhadap mereka. Seringkali pujaannya hati mereka bertamu sejenak menjenguk dengan segala usaha dan upaya. Tanpa merepotkan mereka sedikitpun. Aku iri ketika sebuah kawan pergi bersama dengan pujaan hatinya menaiki sebuah Toyota ataupun Mitsubishi. Mereka tak perlu basah ketika hujan datang, mereka tak perlu membatalkan janji ketika cuaca tak mendukung, dan mereka tak perlu berkotor-kotor ria ketika berada di tengah kota. Aku iri ketika seorang kawan tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya makan mereka di restoran. Aku iri ketika seorang kawan mendapatkan kejutan ataupun hadiah yang mahal saat dia berulang tahun. Aku iri ketik seorang kawan mendapatkan pelukan hangat dari pujaan hatinya, ketika dia membutuhkan seseorang saat dia benar-benar terpuruk. Dan inti dari semuanya adalah aku iri kepada mereka yang benar-benar beruntung dalam berkomitmen. Andai cahaya itu seorang yang tak perlu khawatir pergi kemana-mana karena tak ber-uang. Andai cahayaku seorang yang selalu rapi dan terlihat bersih karena dia tak berurusan dengan panas, hujan atau udara kotor disaat perjalanan. Andai dia seorang yang lebih peduli dengan masalah dan rintangan yang aku hadapi. Mungkin aku takkan ingin mempunyai niat untuk terbang bebas seperti sebuah merpati yang menikmati hembusan angin. Andai cahaya itu lebih baik, mungkin aku akan tetap bersuka cita dan menikmati komitmen ini. Sebuah komitmen yang aku pilih untuk menanamkan harapan besar dalam hidupku………